Senin, 23 Maret 2015

MEMBANTU SESAMA

Si burung penggoda
Sore hari pada saat aku sedang jalan jalan dengan teman temanku Dicky, dan Irvan di kampung sebelah, kami melihat seorang yang sedang berdiri melihat kanan dan kiri di depan rumah seorang pengusaha batik yang kaya, kami curiga dengan tingkah laku lelaki tersebut, lelaki itu bertato ualr,berkumis tebal dan lenih seramnya lagi lelaki itu kata orang narapidana.
Dari jauh ada juga seorang lelaki yang sedang mengintai gerak gerik lelaki yang seram itu.setelah menungu kamping sepi langsung menjalakan niat nya, burung kenari milik pengusaha kaya itu langsung di libas, dan lari kedala kostnya aku dan temanku hanya terdiam melihat pencuri itu menjalakan misinya, kami saling mendorong untuk melaporkan kejadian itu ke Pak RT.
Aku kebingungan akan berbuat apa,  Dicky mempunyai ide agar menghampiri orang tadi yang juaga melihat kejadian itu aku bilang kepada orang itu sambil gemeteran “ Pak itu ada orang yang mencuri burung kenari di rumah itu “ Pak Ali menjawab “ Cepat hampiri kost kostannya “ Sambil emosi Pak Ali menghampiri kost kostan itu, aku tambah bergetar karena akan menghampiri kos kostan tersebut,Pak Ali langsung menghampiri orang tersebut dan memanggilnya dengan suara lantang “Woi keluar kamu suryo jangan di dalem terus” aku dan teman ku mengikuti kata kata orang itu “iya cepat keluar kamu ”Lelaki itu akhirnya keluar dari kost kostannya dengan badan gemeteran dan wajah keringatan . aku dan temanku juga ikut gemetar , terasa ingin ngompol.
Pak ali dengan sambil emosi berkata “ Kamu mengambil burung kenari saudaraku ya” sambil mengengam tangan dengan kencang , lelaki itu menjawab dengan gugup “ Tidak, aku tidak mengambil burung kenarinya” . suasana tambah tegang setelah lelaki itu mengelak dengan perbuatanya. Pak ali berkata “ aku melihat dengan mata kepalaku sendiri “ Dan aku juga mempunyai saksi , adek melihat bapak ini mencuri burung kenarinya kan , Pak Ali melontarkan pertanuaan kepadaku dan aku menjawab “ Ya aku melihat bapak itu mencuri burung kenarinya” aku tambah ketakutan setelah lelaki itu melihatku dengan mata melotot,
Tidak beberapa lama burung kenari itu berunyi, mendengar burung kenari itu Pak Ali tidak punya rasa takut dia langsung mengert lelaki pencuri tersebut dan menghajarnya, aku dan teman ku menghajar lelaki itu dengan sandal tangan, kaki , dan peralatan seadanya. Lelaki itu tidak melawan sama sekali, dia hanya terdiam dan merasakan rasa sakit. Warga tambah banyak untuk menghajar lelaki itu.
Aku berhenti karena aku tidak tega melihat lelaki itu di hajar habis habisan oleh warga dengan dipukulan ditengan, dilempari batu dan lebih mirisnya lagi ada seorang warga yang memukulpencuri itu dengan kayu 3 meter. Aku memberanikan diri untuk melapor ke Pak RT dahulu,”Pak RT ada tawuran di kampung sebelah ” Pak RT kaget dengan kata kata ku barusan, Pak RT menjawab dengan tergesa gesa agar cepat bisa melerai pertikaian itu “Iya cepat kita kesana” Pak RT berlari sembil memegang kakinya yang sedangsakit , pak RT datang melerai pertikaian itu tetapi Pak RT tidak bisa melerainya karena suaranya masih serak dan hilang di kerumunan warga, pak RT meminta salah satu warga untuk menelevon polisi. Setelah beberapa 20 menit Polisi datang dan menahan pencuri itu, tetapi warga terus memukulinya tidak peduli ada Polisi di dekatnya, akhirnya polisi melontarkan tembakan keatas , warga baru menghindar dari kerumunan itu.
Tetapi warga masih tidak puas dengan perbuatanya karena akhir akhir ini banyak warga yang kehilangan barang barangnya setelah pencuri itu pindah ke kampung warga. Setelah lelaki itu pindah ke pemukiman warga, warga mulai resah dengan gerak gerik lelaki itu karena sebelum pencurian ini terjadi banyak barang barang warga yang hilang mulai dari pakaian, sepeda, sampai sepeda montor hilang entah kemana warga sempat curiga dengan lelaki itu tati warga tidak berani menuduhnya karena tidak ada barang bukti , itu alasan mengapa warga tidak puas dengan pengroyokannya karena barang warga di curi oleh orang itu, barang barang warga yang dicuri dan langsung di jual agar pencuri tersebut tidak ketahuan dengan perbuatan yang dilakukannya yang dlakukannya.
Sekarang warga sudah tenang karena lelaki itu tidak berada di pemukiman warga lagi melainkan di penjara. Walaupunbegitubanyakwarga yang masih resah karena barang barangnya dicuri. Salah satu warga mengusulkan agar setiap malam bergiliran untuk meronda agar kejadian pencurian itu tidak terulang lagi ,ada juga warga yang menyewa jasa Satpam untuk menjaga rumahnya dari adanya maling, bagi warga yang rumahnya megah sekarang dipasang CCTV agar bisa memantau jalanya aktivits di dalam rumah maupun luar rumah, begitu juga pengusaha itu sudah memakai jasa satpam dia juga mengunakan CCTV untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan lagi.
Sekarang polisi sudah menangkap pencuri tersebut dengan baik walaupun pada saat penangkapan melontarkan senjata apinya agar bisa melerai pengroyokan tersebut, polisi menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan hukuman polisi akan menghukum paling lama 5 tahun penjara, banyak warga yang merasa tidak puas dengan keputusan hakim tersebut, tetapi warga tidak bisa berbuat apa apa hanya mengikhlaskan saja.
Aku pulang maghrib dan menceritakan semuanya kepada ibu dan ayahku , “Bu aku menghajar pencuri itu dengan tangan kosong dan menendangnya lalu memberanikan diri untuk melaporkan ke Pak RT ”ibu terkagum dan melontarkan pertanyaan padaku  “Wah hebat banget kamu za emang sekarang pencurinya dibawa kemana..? ” aku menjawab dengan wajah seperti pahlawan “ya di bawa kekantor polisi bu, coba aku tidak panggil Pak RT ya pasti pencurinya sudah meninggal bu untung ada mirza ya selamat deh pencurinya”  Ibu melontarkan pertanyaan lagi “siapa yang di curi rumahnya” “itu si pengusaha batik yang kaya” Mirza menjawab pertanyaan ibu dengan semangat “Oh ya udah sana sholat ” “Iya bu ” aku mengambil air wudhu dan sholat malam harinya aku tidur dengan tersenyum. Walaupun senang aku merasa tidak puas karena aku berbohong.
Lima tahun kemudian, pada awal bulan ramadhan saat aku ingin menjalankan ibadah umat islam, Aku bertemu seseorang yang sepertinya aku kenal, Dia selalu memandangku dengan wajah yang sepertinya menahan dendam, aku mengabaikannya dan langsungsholat , pada saat selesai sholat aku bersalamman dengan orang orang , saat aku menengok ke belakang ternyata dia ada tepat di belakangku, aku mengajaknya berjabat tangan dia langsung menerima tanganku dengan genggaman yang sangat kuat , sampai tanganku kesakitan.
Aku pulang dan menginggat siapakah orang yang tadi di mushola , saat aku mau tidur aku teringat orang tadi , lelaki itu adalah orang yang mencuri burung pengusaha batik. Aku teringat dengan tato ular yang ada di lengannya. Pantas dia menggenggamku dengan kuat sampai tanganku kesakitan. Mungkin Dia masih tidak terima karena dia masuk penjara. Aku tidak bisa tidur karena teringgat terus dengan wajahnya yang begitu seram.
Bulan ramadhan aku, irvan, dan dicky terus dibayang bayangi wajahnya yang sangat menyeramkan , satu bulan aku hanya diam dirumah dengan perasaan ketakutan, pada saat lebaran aku menghampiri irvan dan Dicky , aku ingin minta maaf dengan lelaki itu, tetapi irvan mengusulkan agar tidak mau minta maaf karena dia takut nanti dia akan dipukul untuk membalaskan dendamnya, tetapi Dicky mengusulkan agar kita salaman aja lalu langsung pergi agar tidak berresiko, tetapi aku tetap ingin minta maaf langsung dengan orangnya langsung karena agar lebih tenang hatinya, tetapi irvan dan dicky tetap keras kepala, terus aku bilang “apa kamu mau di hantui wajah seramnya selamanya”akhirnya merekapun mau.
Setelah itu kita langsung perrgi kekostnya, setelah sampai di kostnya ‘’assalamualaikum Pak “ aku mengucapkan salam sambil dengan jantung yang mau copot “waalaikumsalam ada apa” setelah mendengar dia menjawab salamku badan dan perasaan sudah tidak karuan, ”kenapa kamu berani kesini ” dia menjawab dengan suara lantang “saya mau minta maaf ” “maaf apa”kita bertiga tambah ketakutan “maaf karena bapak dipenjara” “oh itu lupakan saja, aku sudah maafkan semuanya saya sudah sadar dengan perbuatan saya yang melanggar hukum, agama dan Norma ,oh saya merasa kagum dengan perbuatan adik yang berani menggungkapkan kebenaran”

“Kenapa bapak kemarin menatapku dengan tatapan sangat tidak enak” lelaki itu menjawab dengan wajah tertawa “ Oh itu aku hanya mengetes kamu saja ” lelaki itu tertawa riang tak henti henti. Aku malu sekali dengan perkataankunya, terimakasih pak karena bapak telah memaafkan kami” aku lega  karena aku sudah minta maaf dengan lelaki itu. Akhirnya aku pulang tanpa perasaan bersalah sambil bernyanyi nyanyi..... terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar