Si burung
penggoda
Sore hari pada saat aku sedang jalan jalan dengan
teman temanku Dicky, dan Irvan di kampung sebelah, kami melihat seorang yang
sedang berdiri melihat kanan dan kiri di depan rumah seorang pengusaha batik
yang kaya, kami curiga dengan tingkah laku lelaki tersebut, lelaki itu bertato
ualr,berkumis tebal dan lenih seramnya lagi lelaki itu kata orang narapidana.
Dari jauh ada juga seorang lelaki yang sedang
mengintai gerak gerik lelaki yang seram itu.setelah menungu kamping sepi
langsung menjalakan niat nya, burung kenari milik pengusaha kaya itu langsung
di libas, dan lari kedala kostnya aku dan temanku hanya terdiam melihat pencuri
itu menjalakan misinya, kami saling mendorong untuk melaporkan kejadian itu ke Pak
RT.
Aku kebingungan akan berbuat apa, Dicky mempunyai ide agar menghampiri orang
tadi yang juaga melihat kejadian itu aku bilang kepada orang itu sambil
gemeteran “ Pak itu ada orang yang mencuri burung kenari di rumah itu “ Pak Ali
menjawab “ Cepat hampiri kost kostannya “ Sambil emosi Pak Ali menghampiri kost
kostan itu, aku tambah bergetar karena akan menghampiri kos kostan tersebut,Pak
Ali langsung menghampiri orang tersebut dan memanggilnya dengan suara lantang “Woi
keluar kamu suryo jangan di dalem terus” aku dan teman ku mengikuti kata kata
orang itu “iya cepat keluar kamu ”Lelaki itu akhirnya keluar dari kost
kostannya dengan badan gemeteran dan wajah keringatan . aku dan temanku juga
ikut gemetar , terasa ingin ngompol.
Pak ali dengan sambil emosi berkata “ Kamu mengambil burung
kenari saudaraku ya” sambil mengengam tangan dengan kencang , lelaki itu
menjawab dengan gugup “ Tidak, aku tidak mengambil burung kenarinya” . suasana
tambah tegang setelah lelaki itu mengelak dengan perbuatanya. Pak ali berkata “
aku melihat dengan mata kepalaku sendiri “ Dan aku juga mempunyai saksi , adek
melihat bapak ini mencuri burung kenarinya kan , Pak Ali melontarkan pertanuaan
kepadaku dan aku menjawab “ Ya aku melihat bapak itu mencuri burung kenarinya”
aku tambah ketakutan setelah lelaki itu melihatku dengan mata melotot,
Tidak beberapa lama burung kenari itu berunyi,
mendengar burung kenari itu Pak Ali tidak punya rasa takut dia langsung mengert
lelaki pencuri tersebut dan menghajarnya, aku dan teman ku menghajar lelaki itu
dengan sandal tangan, kaki , dan peralatan seadanya. Lelaki itu tidak melawan
sama sekali, dia hanya terdiam dan merasakan rasa sakit. Warga tambah banyak
untuk menghajar lelaki itu.
Aku berhenti karena aku tidak tega melihat lelaki itu
di hajar habis habisan oleh warga dengan dipukulan ditengan, dilempari batu dan
lebih mirisnya lagi ada seorang warga yang memukulpencuri itu dengan kayu 3
meter. Aku memberanikan diri untuk melapor ke Pak RT dahulu,”Pak RT ada tawuran di kampung sebelah ” Pak RT kaget dengan kata kata ku barusan, Pak RT
menjawab dengan tergesa gesa agar cepat bisa melerai pertikaian itu “Iya cepat kita
kesana” Pak RT berlari sembil memegang kakinya yang sedangsakit , pak RT datang
melerai pertikaian itu tetapi Pak RT tidak bisa melerainya karena suaranya masih
serak dan hilang di kerumunan warga, pak RT meminta salah satu warga untuk
menelevon polisi. Setelah beberapa 20 menit Polisi datang dan menahan pencuri
itu, tetapi warga terus memukulinya tidak peduli ada Polisi di dekatnya,
akhirnya polisi melontarkan tembakan keatas , warga baru menghindar dari kerumunan
itu.
Tetapi warga masih tidak puas dengan perbuatanya
karena akhir akhir ini banyak warga yang kehilangan barang barangnya setelah
pencuri itu pindah ke kampung warga. Setelah lelaki itu pindah ke pemukiman
warga, warga mulai resah dengan gerak gerik lelaki itu karena sebelum pencurian
ini terjadi banyak barang barang warga yang hilang mulai dari pakaian, sepeda,
sampai sepeda montor hilang entah kemana warga sempat curiga dengan lelaki itu
tati warga tidak berani menuduhnya karena tidak ada barang bukti , itu alasan
mengapa warga tidak puas dengan pengroyokannya karena barang warga di curi oleh
orang itu, barang barang warga yang dicuri dan langsung di jual agar pencuri tersebut tidak ketahuan
dengan perbuatan yang dilakukannya yang dlakukannya.
Sekarang warga sudah tenang karena lelaki itu tidak berada
di pemukiman warga lagi melainkan di penjara. Walaupunbegitubanyakwarga yang
masih resah karena barang barangnya dicuri. Salah satu warga mengusulkan agar
setiap malam bergiliran untuk meronda agar kejadian pencurian itu tidak terulang
lagi ,ada juga warga yang menyewa jasa Satpam untuk menjaga rumahnya dari adanya
maling, bagi warga yang rumahnya megah sekarang dipasang CCTV agar bisa memantau
jalanya aktivits di dalam rumah maupun luar rumah, begitu juga pengusaha itu sudah
memakai jasa satpam dia juga mengunakan CCTV untuk mencegah terjadinya hal-hal
yang tidak diinginkan lagi.
Sekarang polisi sudah menangkap pencuri tersebut dengan
baik walaupun pada saat penangkapan melontarkan senjata apinya agar bisa melerai
pengroyokan tersebut, polisi menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan hukuman polisi
akan menghukum paling lama 5 tahun penjara, banyak warga yang merasa tidak puas
dengan keputusan hakim tersebut, tetapi warga tidak bisa berbuat apa apa hanya mengikhlaskan
saja.
Aku pulang maghrib dan menceritakan semuanya kepada ibu
dan ayahku , “Bu aku menghajar pencuri itu dengan tangan kosong dan menendangnya
lalu memberanikan diri untuk melaporkan ke Pak RT ”ibu terkagum dan melontarkan
pertanyaan padaku “Wah hebat banget kamu
za emang sekarang pencurinya dibawa kemana..? ” aku menjawab dengan wajah seperti
pahlawan “ya di bawa kekantor polisi bu, coba aku tidak panggil Pak RT ya pasti
pencurinya sudah meninggal bu untung ada mirza ya selamat deh pencurinya” Ibu melontarkan pertanyaan lagi “siapa yang
di curi rumahnya” “itu si pengusaha batik yang kaya” Mirza menjawab pertanyaan ibu
dengan semangat “Oh ya udah sana sholat ” “Iya bu ” aku mengambil air wudhu dan
sholat malam harinya aku tidur dengan tersenyum. Walaupun senang aku merasa tidak
puas karena aku berbohong.
Lima tahun kemudian, pada awal bulan
ramadhan saat aku ingin menjalankan ibadah umat islam, Aku bertemu seseorang
yang sepertinya aku kenal, Dia selalu memandangku dengan wajah yang sepertinya
menahan dendam, aku mengabaikannya dan langsungsholat , pada saat selesai
sholat aku bersalamman dengan orang orang , saat aku menengok ke belakang
ternyata dia ada tepat di belakangku, aku mengajaknya berjabat tangan dia
langsung menerima tanganku dengan genggaman yang sangat kuat , sampai tanganku
kesakitan.
Aku pulang dan menginggat siapakah
orang yang tadi di mushola , saat aku mau tidur aku teringat orang tadi ,
lelaki itu adalah orang yang mencuri burung pengusaha batik. Aku teringat dengan
tato ular yang ada di lengannya. Pantas dia menggenggamku dengan kuat sampai
tanganku kesakitan. Mungkin Dia masih tidak terima karena dia masuk penjara.
Aku tidak bisa tidur karena teringgat terus dengan wajahnya yang begitu seram.
Bulan ramadhan aku, irvan, dan dicky
terus dibayang bayangi wajahnya yang sangat menyeramkan , satu bulan aku hanya
diam dirumah dengan perasaan ketakutan, pada saat lebaran aku menghampiri irvan
dan Dicky , aku ingin minta maaf dengan lelaki itu, tetapi irvan mengusulkan agar
tidak mau minta maaf karena dia takut nanti dia akan dipukul untuk membalaskan
dendamnya, tetapi Dicky mengusulkan agar kita salaman aja lalu langsung pergi
agar tidak berresiko, tetapi aku tetap ingin minta maaf langsung dengan
orangnya langsung karena agar lebih tenang hatinya, tetapi irvan dan dicky
tetap keras kepala, terus aku bilang “apa kamu mau di hantui wajah seramnya selamanya”akhirnya
merekapun mau.
Setelah itu kita langsung perrgi
kekostnya, setelah sampai di kostnya ‘’assalamualaikum Pak “ aku mengucapkan
salam sambil dengan jantung yang mau copot “waalaikumsalam ada apa” setelah
mendengar dia menjawab salamku badan dan perasaan sudah tidak karuan, ”kenapa
kamu berani kesini ” dia menjawab dengan suara lantang “saya mau minta maaf ” “maaf
apa”kita bertiga tambah ketakutan “maaf karena bapak dipenjara” “oh itu lupakan
saja, aku sudah maafkan semuanya saya sudah sadar dengan perbuatan saya yang
melanggar hukum, agama dan Norma ,oh saya merasa kagum dengan perbuatan adik
yang berani menggungkapkan kebenaran”
“Kenapa bapak kemarin menatapku
dengan tatapan sangat tidak enak” lelaki itu menjawab dengan wajah tertawa “ Oh
itu aku hanya mengetes kamu saja ” lelaki itu tertawa riang tak henti henti.
Aku malu sekali dengan perkataankunya, terimakasih pak karena bapak telah
memaafkan kami” aku lega karena aku
sudah minta maaf dengan lelaki itu. Akhirnya aku pulang tanpa perasaan bersalah
sambil bernyanyi nyanyi..... terima kasih